HOME

Minggu, Oktober 07, 2012

JEJAK SEJARAH DESA MODANG

JEJAK SEJARAH SINGKAT DESA MODANG.

Nama modang diambil dari nama sungai yang mengalir di daerah tersebut yaitu sungai Modang. Sejarah menyebutkan, bahwa dimana pemberian nama sungai Modang dikarenakan waktu itu ada suatu kejadian (peristiwa) dimana orang itu dikubur di sekitar sungai tersebut, menurut warga setempat orang yang dikubur di sekitar sungai tersebut berasal dari suku dayak modang disebabkan oleh perkelahian antar kelompok yang terjadi saat itu sebelum jaman kerajaan di tanah Paser. Kemudian disekitar aliran sungai tersebut, sejak saat jaman kerajaan di jadikan sebagai salah satu pusat perdagangan dan pemerintahan ketika itu sampai saat ini.
WILAYAH-WILAYAH DESA MODANG.
Desa Modang terletak di kecamatan Kuaro, kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, yang diapit oleh :
1. Di sebelah utara berbatasan dengan desa Samuntai dan desa Sandeley.
2. Di sebelah selatan berbatasan dengan desa Kendarom, desa Rangan, dan desa Kertabumi.
3. Di sebelah barat berbatasan dengan desa Sei Terik.
4. Di sebelah timur berbatasan dengan desa Pasir Mayang dan desa Janju.
LETAK GEOGRAFIS.
1. Ketinggian tanah dari permukaan laut : 0-650 m dpl.
2. Curah hujan : 2.600/4.500 mm/th.
3. Topografi : perbukitan.
4. Suhu udara : 23o-30oC.
5. Jarak pusat pemerintahan : 12 Km.
6. Jarak kabupaten : 40 Km
7. Jarak propinsi : 248 Km.
TEMPAT WISATA DI DESA MODANG.
Desa Modang yang berada di ketinggian 0-650 m dari permukaan laut memiliki tempat wisata yang sangat menarik untuk di jelajahi dan penuh keunikan yang tidak kita dapati ditempat lain.
Air terjun Doyam Seriam terletak di desa Modang ini terkenal dengan keindahannya. Obyek wisata yang terletak sejauh 20 Km dari ibukota kecamatan Kuaro. Lokasi air terjun Doyam Seriam berada di ketinggian dikawasan gunung Bule yang berbatasan langsung dengan pedalaman desa Rantau buta kecematan Batu Sopang. Selain panorama air terjun, disepanjang jalan yang dilalui kita bisa menikmati kecantikan bungan anggrek yang tumbuh liar. Tidak dapat di pungkiri lagi bagaikan mutiara dari khatulistiwa yang menjelma menjadi keindahan sungai Doyam Seriam dan masih banyak lagi tempat-tempat yang tidak mungkin saya jelaskan disini.
Itulah desa Modang, desa yang penuh dengan keindahan alam yang tiada tandingannya dengan keindahan yang lain. Teman-teman, saya mengajak untuk melihat di desa Modang, dan kita bias menikmati alam yang masih belum tersentuh oleh tangan-tangan yang merusak.

SALAM LESTARI

Jejak Jenis Semut Paling Unik di DuniaDunia

Jejak Jenis Semut Paling Unik di Dunia

1. Semut honeypot Myrmecocystus

Semut di iklim kering harus menyimpan makanan untuk bertahan hidup lama dari kelangkaan. Di padang pasir Amerika Utara, semut honeypot Myrmecocystus menggunakan tubuh mereka sebagai wadah yang hidup, tubuh mereka membengkak karen cairan cadangan, dan dibawa ke sarang pasangan.



2. Semut Harpegnathos saltator
 http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/88/Harpegnathos_saltator_fight.jpg
Semut Pelompat India, Harpegnathos saltator, adalah salah satu semut yang pertama mempunyai genome sequencing.

3. Semut Podomyrma

http://www.alexanderwild.com/Ants/Taxonomic-List-of-Ant-Genera/Podomyrma/gratiosa7a/642063036_SCBe4-S.jpg

Seekor semut Podomyrma cenderung mendekati ulat Lycaenid di Australia Selatan. Ulat ini mengeluarkan zat-zat yang menarik bagi semut, dan semut pada gilirannya memberikan perlindungan dari parasit Semut sangat berlimpah, bahwa banyak spesies lain telah datang untuk bergantung pada mereka dalam berbagai cara.

4. Semut Malagasi 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjv-CZtWtE4elUcZc9Eg9z_HICikm0XjPLERUx3QvZ-0tB2-AnHYB1QN3Qyz2Hhyphenhyphen63ZCv8zz26psm9lx-M-YHyaCzSgqiCVpKg1ogX9TU45nWzB4c8rX1SUrpHGpjVLoTo0efk46eMnCZv5/s400/8.JPG
Di antara keanehan keluarga semut adalah semut misteri Malagasi  (Mystrium spesies), yang merupakan predator penghuni hutan hujan sampah daun.
5. Semut Cecropia 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRB2HzmccFOoCeIDERC0HBkmVwdnIoVP_OMuATYveMwX4LIl8UJZqiP2HWYPRThzLw-a6WzZHIE28ukrRSHq-MUVPeGVwjbQ4nzC3Z2Th5R_4KMq083vLDrUouG-smt2ipRfRDBcMfUAOU/s400/10.JPG

(Azteca alfaroi) penjaga pohon mereka dengan sungguh-sungguh terhadap penyusup. Bekerja bersama-sama, mereka mengepung dan melumpuhkan lawan-lawan mereka dengan menjepit lawan hingga lemas.

6. Semut Thaumatomyrmex

http://www.alexanderwild.com/Ants/Making-a-Living/Cryptic-Ants/atrox4/641471881_xkuKa-S.jpg

Salah satu yang paling langka di dunia serangga adalah Thaumatomyrmex, semut mandibula Amerika tropis yang aneh telah lama membuat ilmuwan semut bingung.

Dari Tertinggi Hingga Terendah di Bumi

Dari Tertinggi Hingga Terendah di Bumi
Mungkin sebagian Anda sudah ada yang tahu tentang titik terendah dan titik tertinggi di Bumi ini. Nah akan kita coba bahas lebih mendalam, tidak hanya tentang tertinggi dan terendah, namun juga pengetahuan dasar lainnya tentang Bumi ini hanya dalam gambar.



Keterangan:

1. Batas ketinggian Bumi adalah 36.000 kaki = 10972,8 M (1 kaki = 0,309 m)

2. Warna dari air laut di Bumi mencerminkan konsentrasi klorofil, hijau merupakan yang tertinggi.

3. Batas pesawat terbang (umum) tertinggi adalah 32.000 kaki.

4. Puncak tertinggi Everest ( 29.029 kaki ) dan waktu yang dibutuhkan untuk memasak telur pada ketinggian tersebut adalah 18 menit 33 detik.

5. Puncak pegunungan tertinggi ke 2 di dunia berada pada 28.251 kaki.

6. Tekanan udara pada ketinggian tersebut adalah 0,33 ATM

7. 26.000 kaki adalah batas udara yang mengandung oksigen, lebih dari ketinggian tersebut harus menggunakan alat bantu pernafasan.

8. Awan tertinggi ( cirrus ) berada pada ketinggian 24.000 kaki.

9. Pegunungan tertinggi ke 3 di dunia berada pada 22.841 kaki.

10. Pegunungan tertinggi ke 4 berada pada 20 320 kaki.

11. Pegunungan tertinggi ke 5 ( Kilimanjaro ) berada pada 19.334 kaki.

12. Pegunungan tertinggi ke 6 berada pada 18.510 kaki

13. Pegunungan tertinggi di Antartika berada pada ketinggian 16.050 kaki.

14. Pegunungan tertnggi ke 8 di dunia berada di Indonesia ( puncak Jaya Wijaya ) berada pada ketinggian 16.024.

15. 20% Atmosphere terdiri dari oksigen.

16. Kota tertinggi di dunia berada pada 11.450 kaki.

17. Geographic South Pole di Antartika berada pada ketinggian 9.306.

18. Awan paling terendah ( cumulus ) berada pada ketinggian 7000 kaki.

19. Kota tertinggi ke 2 di dunia berada pada 5.280 kaki

20. Perbandingan menara dan bangunan tertinggi di dunia.

21. Tekanan dalam air dibawah kedalaman 1000k adalah 10 ATM.

22. 800 kaki adalah rekor kedalaman penyelaman manusia dengan menahan napas.

23. Rekor penyelaman menggunakan scuba adalah 1000 kaki.

24. Tekanan air mencapai 50 ATM.

25. Rekor penyelaman menggunakan alat selam anti tekanan 2000 kaki.

26. 2000 - 3000 kaki merupakan daerah Mesopelagic. Temperaturnya 39 fahrenheit / 4 derajat celcius.

27. 3000 kaki adalah batas cahaya Matahari di dalam laut.

28. Penyelaman kapal selam nuklir terdalam adalah 3500 kaki, tekanan mencapai 100 ATM.

29. Pencegah ledakan minyak Bumi berada pada kedalaman 5000 kaki. Tekanan mencapai 150 ATM.

30. "Laut dalam" itu lebih dari 5900 kaki.

31. Bathypelagic ( zona tengah malam ) tidak terkena cahaya Matahari sedikitpun, dan hiu biasanya menyelam sampai kedalaman 7000 kaki.

32. Collosal Squid berada pada kedalaman 7500 kaki.

33. 9500 kaki adalah penyelaman terdalam mamalia laut oleh paus sperma.

34. Lantai laut terdalam 12.080 kaki, tekanan mencapai 355 ATM.

35. Bangkai kapal TITANIC berada pada kedalaman 12.460 kaki.

36. 14.000 kaki adalah ikan yang paling terdalam yang pernah ditemukan ( fangtooth ).

37. Abyssopelagic ( dibawah zona tengah malam ) 15.000 kaki banyak terdapat gunung berapi.

38. 17.000 kaki tekanan mencapai 500 ATM.

39. 18.000 kaki rekor pengeboran minyak Bumi ( dalam laut ) terdalam.

40. Tekanan mencapai 750 ATM pada kedalaman 25.000 kaki.

41. Hadopelagic ( "zona hades" - zona palung - palung terdalam ) 27.000 kaki.

42. Palung Puerto Rico ( titik terendah laut atlantik ) berada pada 28.232 kaki.

43. Palung Mariana ( rekor penyelaman terdalam manusia ) 35.814 kaki dengan tekanan mencapai 1.100 ATM.



JEJAK SEJARAH PENDAKIAN GUNUNG DAN PANJAT TEBING INDONESIA

JEJAK SEJARAH PENDAKIAN GUNUNG DAN PANJAT TEBING INDONESIA


Sejarah Pendakian Gunung dan Panjat Tebing di Indonesia1492
Sekelompok orang Perancis di bawah pimpinan Anthoine de Ville mencoba memanjat tebing Mont Aiguille (2097 m), dikawasan Vercors Massif. Tak jelas benar tujuan mereka, tetapi yang jelas, sampai beberapa dekade kemudian, orang-orang yang naik turun tebing-tebing batu di Pegunungan Alpen adalah para pemburu chamois, sejenis kambing gunung. Jadi mereka memanjat karena dipaksa oleh mata pencaharian, kurang lebih mirip para pengunduh sarang burung walet gua di tebing-tebing Kalimantan Timur atau Karang Bolong, Jawa Tengah.

1623Yan Carstensz adalah orang Eropa pertama yang melihat “….. pegunungan yang sangat tinggi, di beberapa tempat tertutup salju !” di pedalaman Irian. Salju itu sangat dekat ke khatulistiwa. Laporannya tak dipercaya di Eropa, padahal belum lama berselang diberitakan ada juga salju di Pegunungan Andes dekat khatulistiwa.

1624 Masih berkaitan dengan pekerjaan juga, pastor-pastor Jesuit merupakan orang-orang Eropa pertama yang melintasi Pegunungan Himalaya, tepatnya Mana Pass (pass = pelana/punggungan yang terentang antara dua puncak), dan Garhwal di India ke kawasan Tibet.

1760
Profesor de Saussure agaknya begitu jatuh cinta pada Mont Blanc di perbatasan Perancis-Italia, sehingga dia menawarkan hadiah besar bagi siapa saja yang dapat menemukan lintasan ke puncaknya, untuk penyelidikan ilmiah yang diimpikannya. Sayang tak ada yang tertarik, terutama karena keder terhadap naga-naga yang konon mbaurekso di puncak gunung tertinggi di Eropa Barat itu.

1786Setelah beberapa percobaan gagal, Puncak Mont Blanc (4807 m) digapai manusia. Mereka adalah Dr.Michel-Gabriel Paccard dan seorang pandu gunung, Jacques Balmat. Puncak tertinggi di Alpen yang didaki sebelumnya adalah Lysjoch (4153 m), tahun 1778.

1830 Alexander Gardiner melintasi Pelana Karakoram dari Sinkiang di Cina ke wilayah Kashmir di India.

1852
Ahli-ahli ukur tanah di India berhasil menentukan ketinggian Puncak XV, 8840 meter. Berarti puncak tertinggi di dunia, mengalahkan Puncak VIII (Kangchenjunga, 8598 m) yang sebelumnya dianggap paling tinggi. Puncak XV itu lalu diberi nama Everest (padahal aslinya orang Nepal menyebutnya Sagarmatha, atau Chomolungma kata orang Tibet). Belakangan ketinggiannya dikoreksi, 8888 meter, lalu dikoreksi lagi menjadi 8848 meter, sampai sekarang.

1854
Batu pertama Zaman Keemasan dunia pendakian di Alpen, diletakkan oleh Alfred Wills dalam pendakiannya ke Puncak Wetterhom (3708 m), cikal bakal pendakian gunung sebagai olah raga.

1857 Alpine Club yang pertama berdiri, di Inggris.

1858Ketinggian K2 (singkatan Karakoram nomer 2) terukur, 8610 meter, menggeser lagi kedudukan Kangchenjunga menjadi juara tiga.

1865Dinding selatan Mont Blanc dipanjat untuk pertama kali lewat lintasan Old Brenva, menandai lahirnya panjat es (ice climbing). Sementara itu di Alpen bagian tengah, Edward Whymper dan enam rekannya berhasil menggapai Puncak Matterhorn (4474 m)di Swiss. Tetapi 4 anggota tim, yang saling terikat dalam satu tali, tewas dalam perjalanan turun, ketika salah seorang terpeleset jatuh dan menyeret yang lain. Musibah ini mengakhiri 11 tahun Zaman Keemasan. Tak urung lebih dari 180 puncak besar telah didaki dalam masa itu, sedikitnya satu kali, dan lebih dari setengahnya oleh orang-orang Inggris.

1874
WA Coolidge mendaki Puncak Jungfrau dan Wetterhorn di musim dingin, sehingga digelari Bapak Winter Climbing. Pada tahun 1870-an ini muncul trend baru, pendakian tanpa pemandu, yang segera menjadi ukuran kebanggaan di antara pendaki.
1878
Regu yang dipimpin Clinton Dent berhasil memanjat Aiguille du Dru di Perancis, memicu trend baru lagi, yaitu pemanjatan tebing-tebing yang tak seberapa tinggi namun curam dan sulit.
1883
WW Graham menjadi orang Eropa pertama yang mengunjungi Pegunungan Himalaya dengan tujuan mendaki gunung sebagai olahraga dan petualangan. Dia mendaki beberapa puncak rendah di kawasan Nanda Devi dan Sikkim India, bahkan konon berhasil mencapai Puncak Changabang (6864 m).
1895
Percobaan pertama mendaki gunung berketinggian di atas 8000 meter, Nanga Parbat (8125 m), oleh AF Mummery. Orang Inggris yang sering disebut Bapak Pendakian Gunung Modern ini hilang pada ketinggian sekitar 6000 meter.
1899
Ekspedisi Belanda pembuat peta di Irian menemukan kebenaran laporan Yan Carstensz, yang dibuat hampir 3 abad sebelumnya. Maka namanya diabadikan di situ.
1902
Percobaan pertama mendaki K2, oleh ekspedisi dari Inggris.
1907
Ekspedisi di bawah Tom Longstaff mendaki Trisul (7120 m), puncak 7000-an yang pertama. Longstaff adalah orang pertama yang mencoba penggunaan tabung oksigen dalam pendakian.
1909
Ekspedisi Persatuan Ahli Burung dari Inggris (BPUE) memasuki rawa-rawa sebelah selatan kawasan Carstensz. Dalam 16 bulan mereka kehilangan 16 orang anggota mati dan 120 sakit.
1910 Karabiner buat pertama kali dipakai dalam pendakian gunung, diperkenalkan oleh pemanjat-pemanjat dari Munich, Jerman Barat, diilhami oleh penggunaannya dalam pasukan pemadam kebakaran.
1912
Eks anggota ekspedisi BPUE 1090, Dr.AFR Wallaston, kembali ke Irian bersama C.Bodden Kloss, dengan 224 kuli pengangkut barang dan serdadu. Tiga jiwa melayang.
1921
George L.Mallory dkk. berhasil sampai di North Col Everest dalam perjalanan penjajagan mereka dari sisi Tibet.
1922
Usaha pertama mendaki Everest berakhir pada ketinggian 8320 meter di punggungan timur laut.
1924
Mallory dan Irvine yang kembali mencoba Everest, hilang pada ketinggian sekitar 8400 meter. Rekannya, Edward Norton, mencapai 8570 meter, rekor waktu itu, sendirian dan tanpa bantuan tabung oksigen.
1931Schmid bersaudara mencapai Puncak Matterhorn lewat dinding utara, sekaligus melahirkan demam North Wall Climbing. Peningkatan taraf hidup di Inggris dan Eropa daratan pada umumnya, menimbulkan perubahan pola penduduk kota melewatkan waktu luangnya, menyebabkan populernya panjat tebing.
1932
Grivel memperkenalkan cakar es (crampoon) model 12 gigi, yang karena efektifnya tetap disukai hingga kini.
1933 Comici dari Italia memanjat overhang dinding utara Cima Grande Lavredo di kawasan Dolomite, Alpen Timur, menandai aid climbing yang pertama. Sekitar tahun ini pula sol sepatu Vibram ditermukan oleh Vitale Bramini.
1936
Dr.A.H.Colijn, manajer umum perusahaan minyak Belanda dekat Sorong, dan geolog DrJ.J.Dozy, menemukan bijih tembaga di kawasan dinding timur Gletser Moriane, tak jauh dari kawasan Carstensz, Irian.
1937Bill Murray mengubah tongkat pendaki yang panjang menjadi kapak es, menandai lahirnya panjat es modern.
1938 Dinding utara Eiger di Swiss akhirnya berhasil dipanjat, oleh tim gabungan Jerman Barat dan Austria, yang oleh Hitler diiming-imingi dengan medali emas olympiade. Dinding maut ini sebelumnya telah menelan cukup banyak korban, dan berlanjut hingga kini. .
1941
Ekspedisi Archbold ‘menemukan’ Lembah Baliem, kantung suku Dani dengan tingkat kebudayaan yang amat tinggi, di tengah belantara yang seolah tak berbatas dan tak tertembus. Irian kian jadi perhatian ilmuwan-ilmuwan dunia.
1949
Nepal membuka perbatasannya bagi orang luar.
1950
Tibet dicaplok Cina. Pendakian Himalaya dari sisi ini tak diperkenankan lagi. Maurice Herzog memimpin ekspedisi Perancis mendaki Annapurna (8091m), puncak 8000-an yang pertama, menandai awal 20 tahun Zaman Keemasan pendakian di Himalaya. Di Alpen, tali nilon mulai dipergunakan. Sebelumnya, tali serat tumbuhan hampir tak memiliki kelenturan, sehingga ada ‘hukum’ bahwa seorang leader tak boleh jatuh, sebab hampir pasti pinggangnya patah tersentak. Pakaian bulu angsa mulai membuat malam-malam di bivouac lebih nyaman.
1951
Don Whillan menemukan pasangannya, Joe Brown, duet pemanjat terkuat yang pemah dimiliki Inggris. Panjat bebas (free climbing) gaya Inggris menjadi tolok ukur dunia panjat tebing. Walter Bonatti dkk. menyelesaikan dinding timur Grand Capucin, awal aid climbing pada tebing yang masuk kategori big wall.
Bermula di Inggris, terjadi Revolusi Padas. Tebing batu gamping ternyata tak serapuh yang selama itu disangka. Tebing-tebing granit dan batuan beku lainnya mendapat saingan.
1952 Herman Buhl solo di dinding timur laut Piz Badile di Swiss, dalam waktu 4 1/2 jam. Inilah nenek moyang speed climbing. Rekor waktu pada rute tersebut, yang dibuat tahun 1937, 52 jam !
1953
Herman Buhl dkk. menggapai Puncak Nanga Parbat (8125 m), puncak 8000-an kedua yang didaki orang. Sir Edmund Hillary dari Selandia Baru dan Sherpa Tenzing Norgay yang tergabung dalam suatu ekspedisi Inggris, menjadi manusia-manusia pertama yang berdiri di puncak atap dunia, Everest.
1954 Ekspedisi Inggris sukses di Kangchenjunga, ekspedisi Perancis sukses di Makalu (8463 m). Di Alpen, Don Whillan dan Joe Brown mencatat dinding Barat Aiguille du Dru dalam 2 hari, rekor lagi.
1955
Walter Bonatti solo pilar barat daya du Dru 6 hari.
1956
Ekspedisi Jepang berhasil mendaki Manaslu (8163 m). Jepang segera menjadi salah satu negara besar dalam dunia pendakian di Himalaya.
1957
Herman Buhl dan tim Austria mencapai Puncak Broad Peak (8047 m), sekaligus mematok pendakian pertama gunung 8000-an dengan alpine tactic.
1958
Lapangan terbang perintis dibuka pada beberapa lokasi di Irian, membangkitkan semangat para pendaki gunung untuk menjajal Carstensz, sang perawan salju di khatulistiwa.
1960
Claudio Barbier dari Belgia solo ketiga dinding utara di Tre Cima Laverdo dalam 1 hari. Pertama kali speed climbing menggunakan teknik gabungan free dan aid climbing.
Helm mulai sering digunakan para pemanjat tebing.
Harness menjadi wajib, menyusul kematian seorang pemanjat Inggris di Dolomite. Harness pertama yang diproduksi massal dan dijual untuk umum terbuat dari webbing, merek Tankey.
Tebing 48 Citatah mulai digunakan sebagai ajang latihan bagi pasukan Angkatan Darat kita.
1961Ekspedisi dari Selandia Baru coba mendaki Carstensz Pyramide tapi mengalami kegagalan sebab keterlambatan dukungan logistik lewat jembatan udara.
1962
Puncak Cerstensz Pyramide akhirnya berhasil digapai oteh tim Heinrich Heiner. Juga Puncak Eidenburg didekatnya, oleh ekspedisi yang dipimpin oleh Phillip Temple.
Awal pemakaian baut tebing di Alpen; Tebing pantai mulai diminati. Pemanjat Amerika Serikat mulai bicara di Alpen, diawali Hemmings dan Robbins yang menciptakan lintasan super sulit di dinding barat du Dru.
1963
Tim gabungan Inggris-AS memanjat dinding selatan Aiguille du Fou, hardest technical climbing di Alpen waktu ilu, dengan teknik-teknik aid climbing gaya AS. Kode etik dalam panjat tebing mulai banyak diperdebatkan di rumah-rumah minum. Pemanjatan solo pertama Eiger Nordwand, oleh Michel Darbellay, dalam satu hari.
Bonatti dan Zapelli menyantap mix climbing (ice dan rock) tersulit di Alpen, dinding utara Grand Pilier d’Angle di Mont Blanc. Seorang ahli gletser yang baru kembali dari Antartika berusaha mendaratkan pesawat terbangnya di di Puncak Jaya, dekat Carstensz. Untung angin kencang mengurungkan niatnya, sebab salju tebal di sana terlalu lunak sebagai landas pacu. Tapi buntutnya, dua pesawat DC 3 kandas di lereng utara dan selatannya, pada ketinggian sekitar 4300 meter.
1964
Ekspedisi Cina berhasil mendaki Shisha Pangma (8046 m)di Tibet, satu-satunya puncak 8000-an yang terletak diluar Nepal dan Pakistan (Karakoram). Beberapa pendaki Jepang serta 3 orang ABRI, Fred Athaboe, Sudarto dan Sugirin, yang tergabung dalam Ekspedisi Cendrawasih, berhasil mencapai Puncak Carstensz (4884 m) di Irian. Dua perkumpulan pendaki gunung tertua lahir, Mapala Ul di Jakarta dan Wanadri di Bandung. Tahun ini dianggap awal sejarah pendakian gunung di Indonesia.
1965
Seratus tahun pendakian pertama Matterhorn diperingati dengan peliputan pendakian Hornli dkk. Oleh BBC/TV sampai ke puncak. Untuk pertama kalinya pendakian gunung maupun panjat tebing menjadi olahraga yang juga dapat ‘ditonton’ orang banyak.
Robbins dan John Harlin dri AS bikin lintasan lurus di dinding barat du Dru, mendemonstrasikan keunggulan pemanjat AS dalam pemanjatan panjang dan berat. Pemerintah Nepal menutup pendakian Himalaya di wilayahnya.
1967
Revolusi bagi para pemanjat es. Chouinnard memperkenalkan kapak es berujung lengkung, dan McInnes menawarkan jenis Terodactyl. Lahirnya sekrup es berbentuk pipa meningkatkan standar pemanjatan ice climbing.
Penggunaan tali kernmantle dipelopori oleh Inggris.
1968
Nafas segar bagi para pendaki, sejumlah lapangan terbang milik misi Katolik dibuka (Ji Irian. Tapi dasar sial, hampir bersamaan dengan itu Pemerintah Rl tidak lagi mengeluarkan izin pendakian di kawasan Carstensz.
1969
Reinhold Messner keluar dari pertapaannya di tebing-tebing Alpen Timur, meluruk ke barat, menyikat dinding es raksasa tes Drotes dalam waktu 81/2 jam solo, membuyarkan rekor sebelumnya, 3 hari.
Pemanjat-pemanjat Jepang mulai membanjiri pasaran di Alpen, antara lain bikin lintasan baru di Eiger.
Sensus yang dilakukan British Mountaineering Club (BMC) mengatakan, ada 45.000 pemanjat dan 500.000 walkers, di Inggris saja.
Nomer perdana majalah ‘Mountain’ beredar, menjadi media pendaki gunung dan pemanjat tebing pertama yang beredar luas dalam bahasa Inggris, sehingga banyak mempengaruhi perkembangan lewat perdebatan dan opini.
Pemerintah Nepal membuka kembali wilayahnya bagi pendakian Himalaya, dengan beberapa peraturan baru dan membatasi pendakian pada puncak-puncak yang terdaftar dalam permitted peaks saja. Agen-agen trekking komersial tumbuh dan berjibun seperti kutu yak, menggelitik kelompok-kelompok kecil dari luar ‘main-main’ di Himalaya dengan mudah dan murah.
Soe Hok Gie dan ldhan Lubis gugur di Gunung Semeru, terkena gas beracun.
1970
Dinding Selatan Annapurna dirambah tim Inggris, menggunting pita pembukaan era pendakian jalur-jalur sulit di gunung-gunung besar. Tingkat kesulitan lintasan menjadi lebih penting dari pada sekedar mencapai puncak. Ini tak lepas dari kian canggihnya perlengkapan panjat es, kecepatan pemanjatan meningkat drastis.
Di Alpen artificial climbing tambah populer dan kaya teknik. Kurang lebih tahun ini pula lahir cabang panjat dinding. Tebing buatan yang pertama dikenal orang kemungkinan besar didirikan di Universitas Leeds,Inggris. Perancangnya Don Robinson, yang kemudian juga merancang dinding panjat di Acker’s Trust, Birmingham, dinding panjat pertama yang diklaim mampu menampung segala pegangan, pljakan dan gerakan panjat tebing, sekaligus menawarkan bentuk sculpture yang artistik.
Sejalan dengan itu, bentuk-bentuk latihan terpisah dalam panjat tebing mulai menggema. Salah seorang pelopornya ialah Pete Livesey, pemanjat yang juga pecinta speleologi dan olahraga kano, serta punya dasar di atletik sebagai pelari. Pete tahu benar pentingnya latihan spesifik bagi jenis-jenis olahraga tersebut. Dan dia mencoba menerapkan prinsip yang sama pada panjat tebing. Pelan tapi pasti, panjat tebing mulai dipandang lebih sebagai kegiatan atletis, ketimbang sekedar ‘hura-hura di tebing’. Tak lagi memadai semboyan ‘best training for climber is climbing’, apalagi hanya dengan memupuk kejantanan lewat gelas-gelas bir, seperti yang selama & dianut.
1971
Kawasan Carstensz kembali dibuka untuk pendakian, segera diserbu oleh ekspedisi-ekspedisi dari Australia, Jerman, AS, bahkan Hongkong. Tahun ini pula Mapala UI berhasil mencapai Puncak Jaya, antara lain oleh Herman O. Lantang dan Rudy Badil, orang-orang sipil Indonesia pertama.
1972Untuk pertama kalinya panjat dinding masuk dalam jadwal olimpiade, yaitu didemonstrasikan dalam Olympiade Munich.
1974Pasangan Reinhold Messner dan Peter Habeler mendaki Hidden Peak (8068 m) di Karakoram, 3 hari dengan Alpine push, kemudian memecahkan rekor kecepatan Eiger, 10 jam.
1975
Ekspedisi dari Jepang menjadi tim wanita pertama yang menjejakkan Puncak Everest. Sementara itu Cina mengirimkan tim pertamanya, dari punggungan timur laut. Perlengkapan panjat es kian lengkap, lalu ramalan cuaca kian akurat dengan intervensi komputer. Akibatnya, seolah tak ada lagi pelosok Alpen yang terpencil.
Namun, bercak-bercak kapur magnesium mulai terasa merisihkan tebing-tebing di Inggris dan Eropa daratan, kebanyakan dituduhkan sebagai ulah pemanjat-pemanjat ‘hijau’, yang mengobral magnesium pada lintasan-lintasan yang seharusnya bisa dilampaui tanpa bubuk itu.
1976
Harry Suliztiarto tak sanggup lagi menahan obsesinya, dengan tali nilon dia mulai latihan panjat memanjat di Citatah, dan dibelay oleh pembantu rumahnya. Patok pertama panjat tebing modern di Indonesia.
1977
Skygers Amateur Rock Climbing Group didirikan di Bandung oleh Harry Suliztiaito, Agus Resmonohadi, Heri Hermanu, Deddy Hikmat. Inilah awal tersebarnya kegiatan panjat tebing di Indonesia.
Ekspedisi Selandia Baru coba mendaki Everest tanpa bantuan sherpa. Mereka cuma sampai South Col, tapi mereka mereka seolah memukul gong yang gaungnya merantak ke mana-mana, ‘ekspedisi berdikari’. Yang pro mengganggapnya sebagai kejujuran yang wajib, yang kontra melecehkannya sebagai kesia-siaan yang konyol. Perdebatan tak selesai hingga kini.
1978
Messner & Habeler menggegerkan dunia kangouw Himalaya dengan pendakian Everest tanpa bantuan tabung oksigen. Tambah geger ketika Messner bersolo karier di Nanga PQrtied dalam waktu 12 hari. Pendakian solo ini oleh banyak pakar dianggap lebih penting daripada pendakian tanpa oksigennya.
Pemerintah Nepal menambahkan beberapa permitted peaks.
1979
Harry Suliztiarto memanjat atap Planetarium, Taman Ismail Marzuki.
1980
Tebing Parang untuk pertama kalinya oleh tim ITB, di bawah pimpinan Harry Sulisztiarto. Wanadri untuk pertamakalinya menyelenggarakan ekspedisi ke Carstensz di Pegunungan Jayawijaya. Skygers menyelenggarakan sekolah panjat tebing untuk pertama kalinya. Sampai kini belum ada lagi kelompok yang membuat pendidikan panjat tebing untuk umum seperti ini.
Pemerintah Nepal membuka kesempatan pendakian musim dingin, di samping musim semi dan musim gugur. Kian banyak kaki meratakan jalan-jalan setapak dipelbagai pelosok Himalaya, kikan tinggi sampah menumpuk di sana-sini. Sebagai gantinya, konon mata uang asing makin deras mengalir ke sana. Tapi siapa yang tambah kaya?
1981
Dua ekspedisi Indonesia sekaligus di dinding Selatan Carstensz, Mapala Ul dan ITB. Salah seorang anggota tim Mapala Ul, Hartono Basuki, gugur di sini. Jayagiri dari Bandung mengirimkan Danardana mengikuti sekolah pendaki gunung di Glenmore Lodge, Skotlandia, dilanjutkan pendakian Matterhorn di Swiss.
1982
Jayagiri kembali mengirimkan orang, Irwanto, ke sekolah pendakian di ISM, Swiss, dilanjulkan ekspedisi 4 orang ke Mont Blanc di Perancis, dan Matterhorn serta Monte Rosa di Swiss.
Ahmad dari kelompok Gideon Bandung tewas terjatuh di Tebing 48 Citatah, korban pertama panjat tebing di Indonesia.
1984
UGM (Mapagama) mengirimkan Tim Ekspedisi Gajah Mada ke Irian Jaya. Tim panjatnya berhasil mencapai puncak Carstensz Pyramide melalui jalur normal.
Tebing Lingga di Trenggalek, Jawa Timur, serta tebing pantai Uluwatu di Bali, berhasil dipanjat oleh kelompok Skygers bersama GAP (Gabungan Anak Petualang) dari Surabaya.
1985
Tebing Serelo di Lahat, Sumatra Selatan, berhasil dipanjat oleh tim yang menamakan dirinya Ekspedisi Anak Nakal. Ekspedisi Mapala Ul gagal mencapai Puncak Chulu West (6584 m) di Himalaya, Nepal. Ekspedisi Jayagiri gagal memanjat Eiger Nordwand.
1986
Kelompok gabungan Exclusive berhasil memanjat Tebing Bambapuang di selatan Toraja, Sulawesi Selatan.
Ketompok UKL (Unit Kenal Lingkungan) Univeritas Pajajaran Bandung memanjat tebing Gunung Lanang di Jawa Timur.
Pemanjat-pemanjat Jayagiri Bandung merampungkan Dinding Ponot di air terjun Sigura-gura, Sumatera Utara.
Ekspedisi Jayagiri mengulang pemanjatan Eiger, berthasil, menciptakan lintasan baru. Mapala Ul mengirimkan ekspedisi ke Puncak Kilimanjaro (5895 m) di Afrika antara lain Don Hasman (Wartawan Mutiara).
Kompetisi panjat tebing pertama di dunia diselenggarakan di Uni Soviet, di tebing alam, dan sempat ditayangkan juga oteh TVRI.
1987
Empat Anggota Ekspedisi Aranyacala Universitas Trisakti tewas diserang Gerombolan Pengacau Irian dalam perjalanan menuju Jayawaijaya.
Ekspedisi Wanadri menyelesaikan pemanjatan Tebing Batu Unta di Kalimantan Barat. Kelompok Trupala memanjat tebing Bukit Gajah di Jawa Tengah. Sepikul di Jawa Timur disantap Skygers.
Beberapa ekspedisi dan pendaki Indonesia dikirimkan keluar negeri. Mapala Ul ke Puncak Chimborazo (6267 m)dan Cayambe (gagal) di Pegunungan Andes, Amerika Selatan.
Ekspedisi Wanita Indonesia Mendaki Himalaya ke lmja Tse, Himalaya, hampir bersamaan dengan dua anggota Ekspedisi Jayagiri Saddle Marathon yang sedianya berambisi memanggul sepeda ke puncak namun terhadang birokrasi Nepal. Di Afrika, ekspedisi sepeda ini berhasil mencapal puncak tertingginya, Kilimanjaro (5895 m) dan Mount Kenya (5199 m, tanpa sepeda).
Ekspedisi Wanadri gagal mencapai Puncak Vasuki Parbat (6792 m) di Garhwal Himalaya, India.
Lomba panjat tebing pertama di Indonesia dilaksanakan di tebing pantai Jimbaran di Ball.
1988
Dinding panjat buat pertama kali diperkenalkan di Indonesia, dibawa oleh 4 atlet pemanjat Prancis yang diundang atas kerjasama Kantor Menpora dengan Kedubes Perancis di Jakarta. Mereka juga sempat memberikan ilmu lewat kursus singkat kepada pemanjat-pemanjat kita. Bersamaan, lahir Federasi Panjat Gunung & Tebing Indonesia, diketuai Harry Suliztiarto.
Untuk pertama kalinya disusun rangkaian kejuaraan untuk memperebutkan Piala Dunia Panjat Dinding yang direstui dan diawasi langsung oleh UIAA (badan Internasional yang membawahi federasi-federasi panjat tebing dan pendaki gunung), diawali dengan kejuaraan di Snowbird, Utah, AS.
Ekspedisi panjat tebing pertama yang dilakukan sepenuhnya oleh wanita, Ekspedisi Putri Parang Aranyacala, Tower III. Sedangkan kelompok putranya memanjat Tebing Gunung Kembar di Citeureup, Bogor.
Ekspedisi UKL Unpad Bandung di Batu Unta, Kalbar, kehilangan satu anggotanya, Yanto Martogi Sitanggang jatuh bebas. Speed climbing pertama di Indonesia dilakukan oleh Sandy & Jati, di dinding utara Parang, 3 jam. Sekaligus merupakan pemanjatan big wall pertama tanpa menggunakan alat pengaman sama sekali, keduanya hanya dihubungkan dengan tali.
Lomba panjat ‘tebing buatan’ pertama dilakukan di Bandung, mengambil dinding gardu listrik.
Ekspedisi Wanadri berhasil menempatkan 3 pendakinya di Puncak Pumori (7145 m) di Himalaya, Nepal, disusul pasangan Hendricus Mutter dan Vera dari Jayagiri mendaki Imja Tse (6189 m), tanpa bantuan sherpa.
Lalu di Alpen, Ekspedisi Jayagiri Speed Climbing gagal memenuhi target waktu 2 hari pemanjatan dinding utara Eiger, mulur menjadi 5 hari. Sedangkan ekspedisi dari Pataga Jakarta berhasil menciptakan lintasan baru di dinding yang sama.
Di Yosemite, AS, Sandy Febyanto dan Jati Pranoto dari Jayagiri memanjat Tebing Half Dome (gagal memecahkan retor John Bachar & Peter Croft 4,5 jam) dan Tebing El Capitan (gagal memecahkan rekor 10,5 jam).
1989
Awal tahun dunia panjat tebing Indonesia merunduk dilanda musibah, gugurnya salah satu pemanjat terbaik Indonesia, Sandy Febyanto, jatuh di Tebing Pawon, Citatah. Tapi tak lama, semangat almarhum seolah justru menyebar ke segala penjuru, memacu pencetakan prestasi panjat tebing di Bumi Pertiwi ini.
Tim Panjat Tebing Yogyakrta/TPTY melakukan ekspedisi ke Dinding Utara Carstensz tetapi gagal mencapai puncak secara direct, namun jalur normal Carstensz berhasil dipanjat sebelumnya.
Kembali kawasan Citeureup dirambah anak Aranyacala, kali ini Tebing Rungking.
Arek-arek Young Pioneer dari Malang memanjat tebing Gajah Mungkur di seputaran dalam kawah Gunung Kelud. Kemudian tim Jayagiri dalam persiapannya ke Lhotse Shar di Nepal, mematok target memanjati semua pucuk-pucuk tebing sekeliling kawah Kelud tadi, tapi tak berhasil. Ekspedisi Lhotse Shar itu sendiri batal berangkat.
Tebing Uluwatu dipanjat ekspedisi putri yang kedua, dari Mahitala Unpar.
Kelompok MEGA Universitas Terumanegara melakukan Ekspedisi Marathon Panjat Tebing, beruntun di tebing-tebing Citatah, Parang, Gajah Mungkur, dan berakhir di Uluwatu, dalam waktu hampir sebulan, marathon panjat tebing pertama di Indonesia. Ekspedisi Putri Lipstick Aranyacala dia Bambapuang, tapi musibah menimpa sebelum puncak tergapai. Ali Irfan Batubara, fotografer tim, tewas tergelincir dari ketinggian.
Tahun ini tercatat tak kurang dari sepuluh kejuaraan panjat dinding diselenggarakan di Indonesia. Beberapa yang besar antara lain di Universitas Parahyangan Bandung, Universitas Trisakti Jakarta, ISTN Jakarta, di Markas Kopassus Grup I Serang, dua kali oleh Trupala SMA-6 (di Balai Sidang dan Ancol), lalu SMA 70 Bulungan Jakarta, kelompok KAPA FT Ul, Geologi ITB.
Mapala Ul bikin 2 ekspedisi, Mount Cook (3764 m) di Selandia Baru dan Puncak McKinley (6149 m) di Alaska. Empat anggota Wanadri mengikuti kursus pendakian gunung es di Rainier Mountaineering Institute di AS, dilanjutkan dengan bergabung dengan ekspedisi AS ke Kangchenjunga di Himalaya.
Di Alpen, Ekspedisi Wanita Alpen Indonesia berhasil pula merampungkan misinya, mendaki 5 puncak tertinggi di 5 negara Eropa, Mont Blanc (4807m, Perancis), Grand Paradiso (4601 m, Italia), Marts Rosa (4634 m, Swiss), Grossgiockner (3978 m, Austria) dan Zugsptee (2964 m, Jerman Barat).
Akhir tahun ini ditutup dengan gebrakan Budi Cahyono melakukan pemanjatan solo di Tower III Tebing Parang. Artificial solo climbing pada big wall yang pertama di Indonesia.
1991
Aryati menjadi wanita Asia pertama yang berhasil menjejakkan kakinya di Puncak Annapurna IV, Himalaya, pada Ekspedisi Annapurna Putri Patria Indonesia.
Tim Srikandi Tim Panjat Tebing Yogyakarta (6 orang) membuat jalur di Bukit Tanggul, Tulung Agung, Jawa Timur.
1992 Dunia petualangan Indonesia kembali berduka karena kehilangan dua orang terbaiknya, Norman Edwin dan Didiek Syamsu, anggota Mapala UI tewas di terjang badai di Gunung Aconcagua, Argentina.
Ekspedisi Pemanjat Putri Indonesia menjejakkan kakinya di Puncak Tebing Cima Ovest, Tre Cime, Italia.
Ekspedisi Putri Khatulistiwa Tim Panjat Tebing Yogyakarta memanjat dinding utara Bukit Kelam, Sintang, Kalimantan Barat.
1996 Clara Sumarwati membuat kontroversi dalam pendakiannya di Everest, puncak tertinggi di Pegunungan Himalaya pada tanggal 26 September 1996. Banyak pihak di Indonesia yang meragukan bahwa kedua kakinya telah menjejak puncak tertinggi di dunia itu. Tetapi berdasarkan data dari Adventure Stats.com pada bulan Januari 2002 nama Clara Sumarwati telah tercatat sebagai pendaki Everest ke 836.
1997
Pratu Asmujiono menyusul Clara menjejakkan kakinya di Puncak Everest pada tanggal 26 April. Menurut catatan Adventure Stats.com, ia merupakan orang yang ke 851. Asmujiono berangkat bersama tim Ekpedisi Everest Indonesia yang merupakan gabungan anggota Kopassus dan pendaki sipil lainnya.

Sabtu, Oktober 06, 2012

Pecinta alam...???

Pecinta alam???
Buat saya, kamu dan mereka…………………


Apa yang bikin orang jadi seorang pecinta alam?
Apakah karena dia telah menginjakkan kakinya dititik tertinggi di atas gunung atau karena dia punya cukup uang untuk memenuhi kabutuhannya untuk melakukan olahraga alam bebas?
Apakah karena dia punya keanggotaan dalam suatu organisasi yang berjudul PA?
Apkah karena dia lulus diksar?
Karena dia bisa menghapal semua materi survival,bivoack dan IMPK?atau karena dia punya kenalan WANADRI atau bahkan Edmund Hillary?


Dari cukup lama saya mencari,saya punya sedikit pembuktian tentang kesimpulan yang bebunyi seperti ini:
Pecinta alam ada sifat dalam dirinya sedikit keberanian,sedikit kenekatan sedikit romantisme dan puitis ,sedikit rasa suka tantangan,sedikit kebiasaan dalam kesendirian sedikit nasionalisme,sedikit cara pandang yang “khas” dan cukup banyak kepedulian.


Apakah sebenarnya yang kita bicarakan ini?apa suatu julukan,suatu gelar,klasifikasi,idealisme,organisasi, atau malah gaya hidup?berapa orang yang punya keanggotaan dalam pecinta alam yang mengetahui jawaban dari pertanyaan ini?
Atau bahkan ga ada yang peduli?
Apa yang diajarkan dalam diksar di organisasi kita ternyata semua dan ditambah sedikit materi lagi diajarkan dalam Ospek di perguruan tingi tempat saya belajar,lalu apa nilai dari pecinta alam kalau ternyata materi itu bersifat umum, kemarin saya bertemu sekumpulan anak Punk yang ternyata punya jadwal terprogram untuk melakukan pendakian,saya juga bertemu orang yang saat ngobrol , dia mengatakan bahwa dia mantan anggota pecinta alam di daerahnya apakan pecinta alam bisa pensiun / dipecat / mengundurkan diri sebagai pecinta alam? Apakah lalu dia bisa mendaftar atau menjabat jadi seorang perusak alam daripada menganggur?

Yang ada di diksar kita apakah membentuk seorang pecinta alam atau penerus estafet dewan kepemimpinan ?atau malah pendidikan calon ketua BEM?
Mana yang tujuan mana yang ekses mana yang proses? Kapan lagi saya bisa ketemu angkatan yang “gila” yang bikin saya yang dulu pengen jadi PA?
Yang ngobrol santai sambil gitaran di samping api unggun dan tenda?
Yang punya nilai kebebasan dan kemandirian?
Yang ga pernah takut liat gunung,hujan,panas,dan jurang?
Yang demo dan ngamuk ngamuk ga jelas kalo ada hutan yang gundul? Yang lebih peduli sama perasaan saudaranya ketimbang kesenangan pribadi?
Yang badannya penuh tanah nggendong carrier sambil ngobrol akrab dengan penduduk setempat habis sweeping jalur mata air ke desa?yang tergeletak ditanah mandi keringat sehabis nanam bibit pohon di lahan kritis?
.........
Yang ada cuma si brengsek yang tidur dalam tenda WILDERNESS hangat dengan sleeping bag EIGER setelah pukul 9 malam karena dia udah ngerasa kedinginan, yang makin banyak Cuma bajingan yang rebutan tempat tidur sama temannya yang brengsek tadi , juga ada si bangsat yang buang air di samping kali karena males bikin lobang dan kemudian dia maki- maki temen-temannya dalam hati karena pembagian makanannya gak adil , jangan lupa sama si pecundang berstyle adventure dan pengecut sok PA yang lagi diluar tenda ngomongin kejelekan ketiga teman bodohnya yang lagi rebutan matras NORTH FACE buat tidur di tenda dan sebenarnya ga Cuma mereka tim saat itu masih ada 3 orang hebat di samping api unggun yang menikmati indahnya bintang sambil ngomongin pacar baru mereka dan gosip artis terbaru serta baru direleasnya game terbaru minggu kemaren tapi bagaimanapun juga mereka anak baik karena ga merokok mereka ga ngerokok karena takut ketahuan mama, sama seperti takutnya mereka untuk nyoba tempat camp yang selain mereka pake sekarang, mereka itu anak baik karena penurut dia nurut aja pada semua perintah yang dateng ke mereka dan pengertian yang di berikan orang ke mereka karena mereka percaya pada semua orang dan sifat yang baik seperti itulah yang menjadikan mereka nantinya akan menjadi orang yang hidup tenang saat tua saat hutan digundulin perusahaan asing karena pemerintah bilang itu untuk rakyat. saat permukaan tanah turun akibat air tanah dikuras dan resapan air ga ada karena katanya untuk pembangunan pemukiman demi kesejahteraan masyarakat mereka akan terus hidup tenang hingga mati karena memang pintu pikiran mereka sudah mati sejak dulu. Mati dari kebebasan berpikir. Mati dari pertanyaan karena mereka hanya bisa menjadi penurut, karena mereka anak baik Mereka mati dari pertanyaan tentang makna hidup karena terbuai rutinitas,Mati dari idealisme dan mati karena mereka hanya hidup untuk menunggu mati.

Bukankah begitu yang disebut baik?
Kalo bukan begitu lalu buat apa?
Apa tindakan mereka salah ?
Kamu jangan main-main dengan pendapatmu apa lagi jika pendapatmu membenarkan pendapat saya……

Saya punya bukti kalo pendapat saya salah.
Salah satunya adalah bahwa saya adalah si bodoh idiot dan tukang buang waktu yang ga tahu apakah tulisan ini bakal berguna apa gak yang dari jauh punya keyakinan ga logis bahwa saya dengan jarak kurang lebih 300 km bisa mengajak mereka merenung dan mencari bersama makna hidup dan mengisi hidup sebagai perjuangan untuk kelestarian alam, nusa dan bangsa karena itu menjadi tujuan dari beberapa orang untuk mengenal alam lebih dekat dan lebih dekat lagi…..

Ada yang bilang ini-itu, banyak yang berteori, banyak yang berusaha, banyak yang terjadi tapi ga ada yang berubah di samping itu semua mana yang benar? Mana yang salah atau paling tidak mana yang mungkin bisa kita wujudkan jadi kenyataan tak peduli salah atau benar.
Untuk lebih membedakan antara style adventure, pecinta olah raga alam bebas, orang tidak berpendirian dan PECINTA ALAM, coba kita renungkan apakah arti dari pecinta alam?
Buat saya, kamu dan mereka……………………………



Untuk saudara dan calon saudaraku
Kamu adalah apa yang isi kepalamu pikirkan dan apa yang kamu renungkan

Untuk seniorku yang membimbingku langsung dan tak langsung kita bangun suasana seperti dulu saat kalian ada disini…

PECINTA ALAM DALAM RENUNGAN

CELOTEH PECINTA ALAM DALAM RENUNGAN


“ Semuannya berubah, tidak ada yang tidak berubah, kecuali perubahan itu sendiri ”, kata-kata bijak tersebut benar adanya jika kita melihat sejarah peradaban manusia.
Adalah kaum evolusionis yang menjelaskan bahwa kebudayaan selalu mengalami perubahan. Salah satunya adalah Auguste Comte, Bapak Sosiologi ini bersama dengan beberaba pemikir pencerahan abad kedelapan belas mengambil model perubahan linear menuju ke satu tujuan akhir. Comte dengan hukum 3 tahapnya menjelaskan perubahan social budaya yang dialami manusia, yaitu tahap teologis, metafisik, dan pada akhirnya adalah positive. Dalam pengertian singkatnya, terjadi perubahan dari mentalitas tradisional menuju pemikiran positive yang rasional dan empiric.
Berbeda dengan comte, Sorokin, seorang sosiolog berkebangsaan Rusia justru menampilkan perubahan melalui teori siklus. Artinya, tahap-tahap sejarah cenderung berulang-ulang dalam kaitannya dengan budaya dominan.

Ada benarnya Comte dengan hukum 3 tahapnya. Dapat kita lihat pada zaman kekinian, cara berfikir positive telah begitu mendominasi di Negara maju bahkan negara-negara berkembang. Teknologi berkembang begitu pesat, jarak dan waktu bukan lagi merupakan suatu masalah.

Permasalahan yang muncul adalah penggunaan sumber daya alam dan energi untuk kepentingan manusia telah mengancam kelangsungan sumber daya alam dan energi itu sendiri. Terdapat ketidakseimbangan antara ketersediaan sumber daya dengan kebutuhan manusia.

Hal ini pula membuat cemas golongan konservatif dan pecinta alam maupun lingkungan akibat dari pengerusan sumber daya sebagai dampak dari pola pikir ilmiah yang telah mengembangkan teknologi yang begitu pesat.

Berbagai program kelestarian lingkungan hidup telah dilakukan oleh komunitas/masyarakat dengan berbagai kearifannya. Bahkan lembaga tertinggi dunia, seperti PBB telah berusaha dengan konfrensi Rio de Jeneiro, Protokol Kyoto, dan baru-baru ini KTT iklim di Bali, serta sederet program-program lainnya, namun belum juga mampu menjawab secara pasti masalah yang berhubungan dengan lingkungan hidup dan kelangsungan sumberdaya alam dan energi.

Dari fenomena di atas muncul suatu pertanyaan, yaitu apakah manusia akan kembali kepada zaman tradisional, dimana tidak ada lagi eksploitasi terhadap sumber daya alam?

Dalam hal ini pula, tentu kita bisa mempertimbangkan kembali pendapat Sorokin yang menjelaskan kehidupan ini seperti siklus. Apakah kita akan kembali menggunakan peralatan seadanya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Dari uraian di atas, dapat kita cermati bahwa saat ini kelompok minoritas ( dalam hal ini adalah kelompok pecinta alam ) telah kembali mendapat tempat dalam kehidupan bermasyarakat dengan ide konservasi alam. Kelompok pecinta alam kembali melakukan dekonstruksi dari kehidupan yang telah keluar jalur.
Pecinta alam???Buat kamu, saya dan mereka

Jejak Sejarah Gladian Nasional Pecinta Alam Indonesia

Sejarah Gladian Nasional Pecinta Alam Indonesia


Gladian Nasional merupakan pertemuan akbar pecinta alam se Indonesia. Menurut bahasa berasal dari “gladi” (bahasa Jawa) yang mempunyai arti “latihan” sehingga Gladian Nasional bisa diartikan sebagai “ajang latihan” bagi para pecinta  alam guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan dalam bidang kepecintaalaman dan kegiatan alam bebas. Gladian Nasional juga berperan sebagai wahana silaturahmi dan berbagi pengetahuan antar perkumpulan pecinta alam se Indonesia.
Pada awalnya kegiatan ini diadakan oleh WANADRI sebagai ajang latihan bagi anggotanya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam gladian ini antara lain mountaineering, pengenalan SAR, acara kekeluargaan, serta tukar menukar informasi dan pengalaman. Selain anggota WANADRI dalam kegiatan ini diundang pula beberapa perhimpunan- perhimpunan pencinta alam dan pendaki gunung yang ada di Jawa.
Dalam acara gladian yang kemudian dikenal sebagai Gladian Nasional I ini hadir 109 orang dari 18 perhimpunan. Pada kesempatan itu pula akhirnya disepakati bersama untuk menyelenggarakan gladian-gladian selanjutnya sebagai media pertemuan dan latihan pencinta alam dan pendaki gunung di Indonesia.
Salah satu Gladian Nasional yang fenomenal adalah Gladian Nasional IV yang berlangsung di Sulawesi Selatan di mana dalam gladian ini berhasil disepakati Kode Etik Pecinta Alam Indonesia yang masih dipergunakan oleh berbagai perkumpulan pecinta alam di Indonesia hingga sekarang.
Meskipun tidak rutin dilaksanakan dalam rentang waktu tertentu namun Gladian Nasional telah berhasil dilaksanakan beberapa kali. Berikut adalah daftar pelaksanaan Gladian Nasional:
  • Gladian Nasional I diselenggarakan oleh WANADRI pada tanggal 25 – 29 Februari 1970 di tebing Citatah Jawa Barat.
  • Gladian Nasional II diselenggarakan pada tahun 1971 di Malang Jawa Timur yang diselenggarakan oleh TMS 7 Malang.
  • Gladian Nasional III diselenggarakan di Pantai Carita, Labuhan, Jawa Barat pada bulan Desember 1972. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Pencinta alam dan Penjelajah alam se-Jakarta.
  • Gladian Nasional IV diselenggarakan di P. Kahyangan dan Tana Toraja Sulawesi Selatan pada bulan Januari 1974. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Kerja sama Club Antarmaja pencinta Alam se-UjungPandang. Dalam gladian IV yang dihadiri oleh 44 perhimpunan organisasi pecinta alam ini berhasil menyepakati Kode Etik Pecinta Alam Indonesia yang masih dipergunakan hingga sekarang.
  • Gladian Nasional V diselenggarakan di Jawa Barat pada bulan Mei 1978. Gladian ini semula direncanakan dilaksanakan pada tahun 1974 namun baru bisa berhasil diselenggarakan pada tahun 1978 oleh WANADRI bekerja sama dengan berbagai perhimpunan organisasi Pecinta Alam (dan sejenisnya) se Jawa Barat.
  • Gladian Nasional VII diselenggarakan di Kalimantan Tengah.
  • Gladian Nasional IX dilaksanakan di Lampung pada bulan Januari 1989.
  • Gladian Nasional X diselenggarakan di Jawa Barat pada tanggal 5–10 September 1994.
  • Gladian Nasional XI dilaksanakan di Yogyakarta pada tanggal 4–11 Agustus 1996.
  • Gladian Nasional XII dilaksanakan di Jawa Timur dari tanggal 28 Mei- 5 Juni 2001.
  • Gladian Nasional XIII direncanakan dilaksanakan pada tanggal 7-17 Agustus 2009 di Mataram Nusa Tenggara Barat.
Gladian Nasional XIV (2011) direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2011 ini dengan lokasi pelaksanaan di provinsi Sumatera Barat. Namun hingga saat ini, Alamendah belum mendapatkan informasi pasti tentang detail pelaksanaan Gladian Nasional XIV Sumatera Barat Tahun 2011 ini.
Apakah Gladian Nasional XIV tahun 2011 yang direncanakan dilaksanakan di Sumatera Barat akan bernasib serupa dengan beberapa pelaksanaan Gladian Nasional sebelumnya yang terpaksa mundur pelaksanaannya?. Kita tunggu saja.

Jejak Kode Etik Pecinta Alam Indonesia




Kode etik pecinta alam Indonesia dicetuskan dalam kegiatan Gladian Nasional Pecinta Alam IV yang dilaksanakan di Pulau Kahyangan dan Tana Toraja pada bulan Januari 1974. Gladian yang diselenggarakan oleh Badan Kerja sama Club Antarmaja pencinta Alam se-Ujung Pandang ini diikuti oleh 44 perhimpunan pecinta alam se Indonesia.
Kode etik pecinta alam Indonesia ini, sampai saat ini masih dipergunakan oleh berbagai perkumpulan pecinta alam di seluruh Indonesia.
Bunyi dari kode etik pecinta alam Indonesia adalah sebagai berikut:

Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Pecinta Alam Indonesia adalah bagian dari masyarakat Indonesia, sadar akan tanggung jawab kepada Tuhan, bangsa, dan tanah air.

Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa pecinta alam adalah saudara, sebagai sesama makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah yang Mahakuasa

Sesuai dengan hakekat di atas, kami dengan kesadaran
menyatakan :
  1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya.
  3. Mengabdi kepada bangsa dan tanah air.
  4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya.
  5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara pecinta alam sesuai dengan azas pecinta alam.
  6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, bangsa dan tanah air.
  7. Selesai.



Disyahkan bersama dalam
Gladian Nasional ke-4
Ujung Pandang, 1974